Friday, 21 November 2008

The Feeling of Merdeka

YEAH! I’ve just finished answering my Managerial Economics about 2 hours ago. Can remember what I answered… Yang sia ingat the councilor yang propose to BAN DEMAND ON SCRAP METAL mimang BUDUH lah sebab how can you BAN things yang urang mimang DEMAND? I thought sia saturang sajalah kunun bikin jawapan sot sot gitu, rupanya si Hafiz pun buat jawapan gitu (at least, I’m not Alone…). For example, prostitution business (banyak-banyak topic, inilah sia kasi bangkit ooo kan? Mimang utak start mo ada Magnesium + H2O sudah ni)… Kalau di sini, mimang HARAM lah tapi di sesetengah countries, itu jadi pendapatan bagi that country bah. Inda payah sia bagi contoh, you know sudah tu… Kuang Kuang Kuang… Anyway, lingkuplah business scrap metal di Sabah kalau export scrap metal kena kasi ban… Solution sia kunun: Kasi benar saja export scrap metal tapi kasi tinggi-tinggi tu export duty supaya Government dapat banyak-banyak duit dan kasi nampak tu market for scrap metal really-really hodoh sebab inda profitable. Tapi mimang tu operators marah-marah lah… Inilah jawapan men hantam guna logic… Jan marah sia sebab jawab gitu ahh… Spontaneous saja kunun.

So, balik sama tu scrap metal… Kesimpulan sia dapat bagi, selagi DEMAND naik, PRICE akan naik… So, people who live in developing countries usually take this as OPPORTUNITY to make MONEY. Psychologically, urang akan sanggup buat apa saja bila sampai jalan buntu sebab inda dapat berfikiran lebih jauh… I mean ‘tendency’. Kalau check tu perbahasan di Parliament pula, well… They also come up with banyak-banyak soalan yang sampai yang duduk di tangah-tangah tu terpaksa pukul mija sebab dari satu isu turus sampai yang bising-bising… Kuang kuang kuang… Well, that’s what happened sama Sarawak punya kes lah (kunun). Inda mo kasi panjang-panjang juga tu jawapan sebab takut nanti tu Profesor nampak ni apa yang sia tulis, tergugat nanti markah sia. Pingsan sia…

Jawapan lain untuk soalan lain? Wahahahaha… Supply and Demand for paddy if income per capita of consumers naik… Kasi logik sikit (well… I only based on benda yang sia guna dari time Diploma… Ketara inda baca buku)… Kalau income naik, demand for rice pun naik (at least high-grade punya rice lah… mana mo baras hancur lagi…), purchasing power consumer naik, supply of rice pun naik (turus muncul laitu beras yang macam-macam jenis)… Paling sot sia rasa tu answer sia (regret pun ada ni sebab tulis… Habislah Dr Caroline katawa ni…), bila urang start demand for beras bagus-bagus, standard of living pun bertambah bagus, urang pun sihat-sihat, productivity increases sebab urang pun sihat, less absenteeism (provided that organization really practice tu Organizationahl behavior management and effective HRM).

Yang lain? I put MAS vs Air Asia… Why MAS inda juga bankrupt-bankrupt walaupun Air Asia offers harga murah untuk penerbangan… Sia guna experience sia… Sebab customers sanggup bayar lebih supaya dapat value yang diorang mau… Contohnya, inda payah berlari-lari di bawah hujan atau panas matahari and then terpaksa barabut satu tampat duduk dekat tingkap. Plus, inda semua tampat yang Air Asia can bring bah… Air Asia skarang inda ada Fuel Charge… Well, another issue laitu… I can’t remember the rest… Yang pastinya, sia ada kasi kait Celcom, Maxis, Umobile, and Digi… Then… Honda, Toyota, and Hyundai… Then… Nikon and Canon (ketara lah bah semua-semua ni mo kasi masuk).

Macam sia jawab soalan Marketing padahal the questions pasal Pricing Decisions, Price Wars, Government Regulations, etc. which has something to do with Economics and how should a manager make decision based on the economics situations.

p.s. Paling panjang laini post sia ni tahun sebab sebelum ini mimang inda panjang-panjang semua.. Dari awal tahun saja sudah bergelut sama buku. Tapi sekarang sia sudah MERDEKA!